Barcelona

Keajaiban Terjadi Hanya Dalam Tempo 7 Menit Di Camp Nou

Barcelona

Barcelona mencatat sejarah luar biasa di Liga Champions. Mereka membuktikan keajaiban itu ada. Tim asal katalunya ini lolos ke perempat final dengan sangat dramatis. Mereka menghapus kekalahan 0-4 di Paris, dengan menang telak 6-1 atas PSG di Camp Nou, Rabu (8/3) atau Kamis dini hari WIB. Sepanjang sejarah kompetisi ini, baru Barca yang bisa melakukan hal tersebut.

Di Depan 96 ribu lebih penonton yang memadati stadion, keajaiban terjadi di tujuh menit terakhir pertandingan. Barca yang unggul 3-1 selama 85 menit butuh 3 gol untuk bisa mendapat tempat di delapan besar Liga Champions. Hingga akhirnya Neymar Junior mencetak gol pada menit 88 dan 90, dan Sergio Roberto melengkapi mirakel di menit ke-95 lewat gol emasnya.

Euforia pun mengguyur Camp Nou. Pemain, staf, pelatih berhamburan merayakan keberhasilan langka tersebut. Penonton yang masih setia membuat stadion seperti bergetar karena kegembiraan. Pelatih Luis Enrique hampir menangis menyaksikan perjuangan anak buahnya meraih kemenangan.

“Ini sesuatu yang sulit di jelaskan dengan kata kata,” kata Enrique. “Saya tidak menangis walaupun ingin melakukan itu, sayangnya air mata tidak bisa keluar. Yang jelas saya menikmati ini seperti semua orang, seperti mereka juga menangis terharu karena kemenangan ini.”

Di Camp Nou, Enrique memasang skema tak biasa dengan menarik Lionel Messi agak ke belakang. Butuh banyak gol, dia memainkan formasi 3-4-3, dengan trio lini serang Neymar, Luiz Suarez, dan Rafinha. Sementara Messi ditempatkan di belakang Suarez.

Taktik itu terlihat efektif karena hngga menit kelima memasuki babak kedua, Barcelona telah unggul 3-0 lewat gol Suarez, bunuh diri Layvin Kurzawa, dan penalti Messi. Gol Edinson Cavani sempat hampir menghancurkan Barcelona karena memaksa Barca harus mencetak tiga gol saat laga tersisa 30 menit. Enrique pun melakukan perubahan pemain dengan menarik Andres Iniesta, Rafinha, dan Ivan Rakitic. Dia memasukkan Arda Turan, Sergi, dan Andre Gomes. Pergantian itu rupanya memberikan hasil positif, terbukti Sergi tampil sebagai pahlawan hari itu.

Sebelum masuk lapangan, Enrique rupanya sempat memberikan pesan khusus kepada bek mudanya itu, “Anda biasa mencetak gol saat di tim junior, dan anda pasti bisa melakukannya untuk tim senior bukan?’ Alhasil, Sergi pun membuktikan iu. “Saya nyaris tak ingat apa-apa, kecuali menjatuhkan diri menjangkau bola dan mencetak gol.”

Kemenangan 6-1 itu menjadi pembalasan terbesar yang pernah dilakukan di Liga Champions, menjadi salah satu sejarah luar biasa dalam dunia sepak bola. terlebih lagi, Enrique mampu membuktikan akan membalas PSG persis setelah tujuh hari mengumumkan bahwa ini menjadi musim terakhirnya sebagai pelatih Barcelona. Di tambah lagi karena ia sendiri sempat mengalami kehilangan segalanya saat kalah 0-4 di Paris dan timnya pulang layaknya tim semenjana.

“Kami tak kekurangan apapun hari ini, setelah kami sempat merasa kehilangan segalanya di Paris,” Enrique menambahkan, “Tapi olahraga yang luar biasa ini memang punya keunikan tersendiri, karena ia selalu membuka kesempatan bagi siapa pun untuk dapat melakukan revans